Anda berada di sini: Beranda Berita Kegiatan Pengajian Rutin Selasa "HITUNG - HITUNGLAH AMAL PERBUATANMU SEBELUM KAMU DIHITUNG"
Jum'at
18 Mei 2012 M

Menu Unduhan

Jajak Pendapat

Layanan informasi apakah yang paling anda butuhkan dari situs web kami?
 

Pengunjung Online

Kami punya 62 tamu online

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini170
mod_vvisit_counterKemarin231
mod_vvisit_counterMinggu Ini2410
mod_vvisit_counterMinggu Lalu3749
mod_vvisit_counterBulan Ini9419
mod_vvisit_counterBulan Lalu15393
mod_vvisit_counterTotal398077

Online (20 menit lalu): 9
IP Anda: 38.107.179.207
,
Hari ini: Jumat, 18 Mei 2012

Berita Umum

Pengajian Rutin Selasa "HITUNG - HITUNGLAH AMAL PERBUATANMU SEBELUM KAMU DIHITUNG" Cetak Surel
Dimuat oleh Akbar Syaiful   
Rabu, 09 Maret 2011 11:44 wib

 

“ HITUNG – HITUNGLAH AMAL PERBUATANMU SEBELUM KAMU DIHITUNG ”

 

 

Semarang l pta-semarang.go.id (08/03/2011)

Manusia adalah makhluk yang banyak sekali melakukan kesalahan dan dosa. Sebanyak apapun amal perbuatan manusia sesungguhnya tidak cukup dalam menebus jiwanya untuk mendapatkan surganya Allah SWT. Hanyalah dengan rahmat Allah manusia yang lemah ini dapat terselamatkan dari adzab Allah dan pada akhirnya umat Rasulullah SAW dapat dimasukkan kedalam syurga. Maka senantiasalah manusia itu mengitung – hitung amalnya setiap saat sebelum datangnya hari perhitungan di akherat nanti.

alt

Serangkaian kalimat tersebut mengawali upaya keluarga besar Pengadilan Tinggi Agama Semarang dalam menjaga keistiqomahan dalam menjalankan Kajian Rutin setiap selasa di Mushola Tajul ‘Arifin PTA Semarang. Dalam kesempatan hari selasa tanggal 8 maret 2011, Tampil sebagai mubaligh dalam acara tersebut adalah Drs. H. Mahmud J, SH. dan Suyadi, SH. MH. sebagai pembawa acara.

 

 

Seperti hari selasa sebelumnya, Kajian tersebut diikuti oleh seluruh keluarga besar Pengadilan Tinggi Agama Semarang ba’da menjalankan sholat dhuhur berjama’ah. Dalam kesempatan tersebut Mahmud J juga membacakan QS An-Nur : 20-21:

 

alt

Artinya :  Dan sekiranya tidaklah Karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar). (20) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, Maka Sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. sekiranya tidaklah Karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. (21)


Mahmud J menyampaikan bahwa di hari penghitungan kelak, Allah akan menampakkan seluruh amalan manusia dan manusia akan merasa sangat takut dan tak berdaya, sebab ketika dilakukan perhitungan tersebut, mulut terkunci dan anggota tubuh yang lain lah yang menjadi saksi atas perbuatan yang dulu pernah dilakukan. Maka mulai dari sekarang hendaknya  senantiasa menjaga amalnya baik itu amal yang bersifat Hablu Minallah maupun Hablu Minannaas.

 


Dalam hubungannya dengan Hablu Minallah dan Hablu Minannaas seseorang sudah pasti harus beribadah yang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasulullah SAW. dalam kaitannya dengan kedua hal tersebut, kelak di yaumul hisab (hari perhitungan) manusia akan ditanya tentang 4 perkara :

  1. Tentang umurnya untuk apa dipergunakan
  2. Tentang jasadnya/ raganya untuk apa digunakan
  3. Tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan dibelanjakan untuk apa
  4. Tentang ilmunya diamalkan untuk apa

 

Selanjutnya mahmud J mengakhiri pengisiannya dengan berpesan bahwa kita pada dasarnya secara fitroh telah mengetahui mana hal – hal yang baik dan mana hal - hal yang kurang baik, tinggal bagaimana kita memilih pedoman dalam menjalani hidup ini, apakah dengan menggunakan pedoman yang membawa kita kepada ridho Allah atau memilih pedoman yang membawa kita kepada adzab Allah SWT. Marilah kita senantiasa menakar amalan kita, melakukan koreksi diri dan selalu memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Demikian tausiyah yang disampaikan dalam acara Pengajian Rutin Selasa. Dengan adanya pengajian ini diharapkan bisa lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita. Amin.

 


Terakhir Diperbaharui pada Senin, 21 Maret 2011 16:06 wib