Anda berada di sini: Beranda Berita Umum Pelepasan_Haji
Jum'at
18 Mei 2012 M

Menu Unduhan

Jajak Pendapat

Layanan informasi apakah yang paling anda butuhkan dari situs web kami?
 

Pengunjung Online

Kami punya 52 tamu online

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini190
mod_vvisit_counterKemarin231
mod_vvisit_counterMinggu Ini2430
mod_vvisit_counterMinggu Lalu3749
mod_vvisit_counterBulan Ini9439
mod_vvisit_counterBulan Lalu15393
mod_vvisit_counterTotal398097

Online (20 menit lalu): 11
IP Anda: 38.107.179.208
,
Hari ini: Jumat, 18 Mei 2012

Berita Umum

Pelepasan_Haji Cetak Surel
Dimuat oleh Widodo   
Kamis, 29 September 2011 14:12 wib

PELEPASAN KELUARGA PENGADILAN TINGGI AGAMA SEMARANG

KE TANAH SUCI

Semararang|pta-semarang.go.id (29/9/11)

Dra. Hj. Faizah, Mudjiani, SH, Andarukmi Riniutami, SH. dan suami menyampaikan kata pamitan dalam acara Pelepasan Keluarga Pengadilan Tinggi Agama Semarang ke Tanah Suci untuk melaksanakan rukum Islam ke-5. Dalam kata pamitan yang disampaikan oleh Dra. Hj. Faizah (Hakim Tinggi PTA Semarang) diinformasikan bahwa Bu Faizah demikian sapaan akrabnya akan berangkat pada tanggal 22 Oktober 2011, Bu Mudji (Panitera Pengganti) tanggal 10 Oktober 2011 sedangkan Bu Rini (Panitera Pengganti) dan suami berangkat tanggal 9 Oktober 2011. Acara pelepasan tersebut dihadiri semua unsur Pimpinan dan pejabat struktural / funsional dan semua karyawan / karyawati yang dilaksanakan di aula Pengadilan Tinggi Agama Semarang.

Drs. H. Chatib Rasyid, SH.MH., Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang, dalam sambutannya menyampaikan bahwa yang paling sulit dalam pelaksanaan ibadah haji adalah menyambungkan antara niat (hati) dengan perbuatan (pelaksanaan ibadah hajinya). Banyak yang melakukan ibadah haji tidak dengan niat ibadah, akan tetapi niat-niat lain yang berhubungan dengan keduniawian. Ada yang berniat untuk mendapatkan penghasilan, ada pula niat untuk menaikkan citra diri dan lain-lain.

Dinyatakan pula oleh Chatib Rasyid bahwa ibadah haji bukan merupakan ibadah yang fungsinya untuk memperbaiki orang akan tetapi merupakan “pemantapan”. Banyak yang berangkat haji dengan “kebuasan” maka akan pulang dengan lebih “buas” lagi. Banyak koruptor yang berangkat haji maka pulangnya dia akan menjadi lebih korup perilakunya. Akan tetapi apabila bisa menyambungkan antara hati (niat yang benar untuk ibadah) dengan pelaksanaan ibadahnya sendiri maka pulang haji tidak akan mendapat apa-apa kecuali jaminan surga bagi haji yang mabrur.

“Oleh karena itu mari kita doakan semoga saudara kita yang saat ini akan melaksanakan rukun Islam kelima ini kelak pulang dalam kondisi sehat dan sebagai haji yang mabrur,  dan semoga kita semua bisa mengikuti jejaknya memenuhi panggilan ke Tanah Suci”, demikian doa singkat Chatib Rasyid yang diamini semua yang hadir.

Acara pelepasan ini ditutup dengan doa oleh Drs. H. Sam’un Abduh, SH.MH. yang berharap semoga yang akan berangkat menunaikan ibadah haji ini mendapatkan kekuatan lahir batin, dapat menjaga diri, hati dan pikiran dari hal-hal yang dapat membatalkan ibadah. Selalu dalam kondisi sehat wal afiat, sabar, senantiasa mendapat pertolongan dan kemudahan dari Allah SWT sehingga dapat menunaikan ibadah haji sesuai dengan syariat. Serta kembali lagi berkumpul dengan kita semua dalam kondisi sehat wal afiat dan mendapatkan ridho Allah sebagai haji yang mabrur. Amin. (f&n).

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 29 September 2011 14:59 wib