Anda berada di sini: Beranda Berita Peradilan Ketua PTA Semarang Menerima CPNS
Jum'at
18 Mei 2012 M

Menu Unduhan

Jajak Pendapat

Layanan informasi apakah yang paling anda butuhkan dari situs web kami?
 

Pengunjung Online

Kami punya 54 tamu online

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini194
mod_vvisit_counterKemarin231
mod_vvisit_counterMinggu Ini2434
mod_vvisit_counterMinggu Lalu3749
mod_vvisit_counterBulan Ini9443
mod_vvisit_counterBulan Lalu15393
mod_vvisit_counterTotal398101

Online (20 menit lalu): 12
IP Anda: 38.107.179.206
,
Hari ini: Jumat, 18 Mei 2012

Berita Umum

Ketua PTA Semarang Menerima CPNS Cetak Surel
Dimuat oleh pta.semarang   
Selasa, 05 Juli 2011 13:19 wib

Ketua PTA Semarang Menerima CPNS

“... DARI ALAM BEBAS MASUK KRANGKENG...”

Semarang׀ pta-semarang.go.id (4/7/11)

 

alt


Drs. H. Chatib Rasyid, SH.MH., Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang, pada hari ini Senin, 4 Juni 2011 menerima dan memberikan pembinaan kepada 34 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2011 di lingkungan Pengadilan Tinggi Agama Semarang. “Maka dunia seperti ini agar dipahami sebagai suatu perobahan yang drastis dari alam bebas masuk krangkeng Pengadilan Tinggi Agama Semarang,” demikian diibaratkan oleh Chatib Rasyid terhadap perobahan lingkungan yang akan dihadapi para CPNS.

alt

 

Para CPNS yang sebelumnya merupakan para mahasiswa yang menuntut ilmu di perguruan tinggi dan terbiasa dengan alam demokratis yang terkenal dengan “Mimbar Bebas”nya, sekarang setelah menerima Surat Keputusan (SK) CPNS, dengan sukarela dan senang hati memasuki alam yang penuh dengan aturan disiplin, tata cara bekerja, saling hormat menghormati antar teman, Pimpinan dan Orang yang lebih tua, dsb. Di alam yang baru ini akan selalu mendapat pembinaan dari Pimpinannya masing-masing untuk dapat bekerja dengan baik. Sambil berkelakar Chatib Rasyid menyampaikan,” Kalau Saudara masih mau mempraktekkan kebebasan sebagaimana yang ada sebelumnya dengan tidak mengindahkan ketentuan yang ada, kalau tidak bisa dibina ... ya... dibinasakan”.


Lebih lanjut ditekankan bahwa Pimpinan dalam memberikan pembinaan adalah untuk tujuan agar para CPNS dipacu bekerja dengan sebaik-baiknya, berprestasi sebaik-baiknya dalam melaksanakan tugas dan fungsi Peradilan Agama. Dengan menampilkan dan peragakan pelaksanaan tugas yang sebaik-baiknya maka insyaAllah akan menguntungkan yang melakukannya, minimal akan mendapat pengakuan sebagai pegawai yang baik. Karena kebaikan yang dilakukan pasti menguntungkan sedangkan kejahatan yang ditampilkan pasti merugikan.

alt
Chatib Rasyid juga mengingatkan bahwa para CPNS yang terdiri dari 26 orang golongan/ruang III/a dan 8 orang golongan/ruang II/c selayaknya berbahagia dan bersyukur, karena termasuk orang yang terpilih diantara 700 orang lebih yang mengikuti tes. Disamping itu juga diingatkan bahwa di lingkungan Peradilan Agama dari pegawai hingga Pimpinannya tidak ada yang kaya tapi tidak melarat. “Disini menyedihkan, gaji pas-pasan, hidup sesederhana mungkin, mau korupsi tidak ada yang dikorupsi, paling receh-recehan itu”” demikian ditekankan Chatib Rasyid. Jadi salah tempat bila para CPNS ingin kaya dengan menjadi PNS. 

Ibarat kain atau kertas, para CPNS ini masih merupakan kain dan kertas yang putih bersih sehingga diharapkan para CPNS ini dapat menjaga dan mempertahankannya dengan bekerja dan berkreasi yang sebaik-baiknya. Tidak terpengaruh orang lain yang bekerja secara main-main. Mempertahankan martabat dan nama baik Peradilan Agama karena Peradilan Agama merupakan sawah ladang kita dalam mencari nafkah dan juga merupakan satu-satunya institusi yang seluruh pegawainya dari pangkat yang terrendah hingga pucuk pimpinannya beragama Islam. Bila pegwai dan pimpinannya bekerja dan berkreasi dengan sebaik-baiknya maka martabat dan nilai Peradilan Agama dan Islam sendiri akan terjaga. Bila sebaliknya maka stigma Islam sebagai agama para teroris dan pegawai yang malas yang akan mencuat.

Jadi secara singkatnya dikemukakan oleh Chatib Rasyid bahwa para CPNS harus menjaga dan mempertahankan 2 hal, yaitu prestasi kerja dan integritas moralnya.

Acara yang berlangsung di aula Pengadilan Tinggi Agama Semarang ini tidak hanya mendapatkan pembinaan dari Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang tetapi mendapatkan pula pembekalan teknis dari Drs. Djuhrianto Arifin, SH.MH., (Paniteras/Sekretaris), Drs. H. Arifin Samsurijal, SH. (Wakil Sekretaris) dan Suyadi, SH.MH. (Kepala Sub Bagian Kepegawaian). (f&n).





Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 06 Juli 2011 07:38 wib