Pengajian Ramadhan Ba’da Dhuhur
“CARA MEMBAKAR DOSA”

Semarang׀ pta-semarang.go.id (10/8/2011)
Jamaah sholat Dhuhur musholla Tajul ‘Arifin Pengadilan Tinggi Agama Semarang pada hari ke-10 Ramadhan ini, mendapatkan tambahan ilmu cara membakar dosa dari Bp. Drs. H. Ibrahim Salim, SH.. Di antara para Hakim Tinggi, Pejabat Struktural dan fungsional, pegawai serta para honorer di lingkungan PTA Semarang nampak hadir Drs. H. Chatib Rasyid, SH.MH., dan Drs. H. Mudjtahidin, SH.MH., Ketua dan Wakil Ketua PTA Semarang.
Berangkat dari makna ramadhan yaitu pembakaran, maka bulan Ramadhan merupakan saat yang sangat tepat untuk membakar (menghilangkan) dosa dan kesalahan kita. Setiap manusia pasti mempunyai dosa. Dari kesalahan yang kita sadari maupun kesalahan yang tidak kita sadari, misalnya harta yang kita peroleh belum kita zakati, mampu tapi belum berhaji, dan dosa sesama manusia: mengumpat, menggunjing, menghasut, dengki, bekerja tidak jujur/tidak amanah, dll.

Langkah pertama cara membakar dosa itu ialah bangun di malam hari dan merenung untuk memutar ulang perilaku kita yang sudah berlalu. Pasti akan muncul dan ketemu dengan dosa dan kesalahan kita. Akui dan sadari bahwa itu adalah dosa dan kesalahan kita. Kemudian bakarlah. Bagaimana cara membakarnya?
Pertama, kita harus bertaubat, untuk kesalahan kepada Allah: menyesali, meninggalkan dan tidak mengulanginya lagi; sedangkan untuk kesalahan terhadap sesama manusia ditambah dengan memohon maaf kepada orang tersebut.
Kedua, kita melakukan banyak kebaikan-kebaikan. Sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an Surat Hud ayat 114: وَأَقِمِ الصَّلاَةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفاً مِّنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّـيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ
Artinya : Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.
Misalnya: yang biasanya tidak sholat berjamaah maka marilah sholat berjamaah, yang biasanya tidak membaca Al Qur’an maka marilah memperbanyak membaca Al Qur’an. Yang belum terbiasa sholat malam maka sebaiknya menjadi dibiasakan sholat malam. Karena seseorang yang bangun tengah malam kemudian sholat dan dilanjutkan dengan membaca Al Qur’an merupakan seorang hamba yang dicintai Allah. Allah memerintahkan kita untuk bangun tengah malam untuk sholat dan membaca Al Qur’an sebagaimana firmanNya dalam Q.S. Al Muzzammil ayat 1-4: 1 يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ Hai orang yang berselimut (Muhammad),
2 قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلاً bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),
3 نِصْفَهُ أَوِ انقُصْ مِنْهُ قَلِيلاً (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. 4 أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلاً atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.
Disamping melaksanakan sholat malam yang dilanjutkan dengan membaca Al Qur’an perbuatan baik lainnya adalah bersedekah. Dalam bersedekah ini sebaiknya dengan cara sebagaimana digambarkan oleh Allah dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad: “… yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanan sementara tangan kiri tak mengetahuinya.” Artinya bahwa orang yg bersedekah tetapi tetap mampu menguasai diri sehingga sedekah yg dilakukan bersih, tulus dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain maka orang tersebut adalah orang yg paling hebat, paling kuat dan paling dahsyat.
Dengan melakukan kebaikan-kebaikan ini Allah akan menunjukkan jalan kepada kebaikan-kebaikan yang lain. Sebaimana firman Allah dalam Q.S. Al Ankabut Ayat:69
جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ وَالَّذِينَ
Artinya: Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.
Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang yang berhasil membakar dosa dan kesalahan kita pada bulan “pembakaran” ini. Amin. |