HUT KORPRI

Pengadilan Tinggi Agama Semarang Mengucapkan Dirgahayu Korps Pegawai Republik Indonesia Ke-47 29 November 2018. Korpri: Melayani, Bekerja dan Menyatukan Bangsa.
HUT KORPRI

e-Court

e-Court adalah sebuah instrumen Pengadilan sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat dalam hal pendaftaran perkara secara online, pembayaran secara online, mengirim dokumen persidangan (jawaban, replik, duplik dan kesimpulan) dan pemanggilan secara online.
e-Court

Aplikasi SIPP

Aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), merupakan aplikasi administrasi dan penyediaan informasi perkara baik untuk pihak internal pengadilan, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara (jadwal sidang sampai dengan putusan) melalui aplikasi ini.
Aplikasi SIPP

STOP GRATIFIKASI

Apabila anda melihat, mendengar atau mengalami kejadian yang menunjukan indikas wewenang, penyimpangan atau pelanggaran perlaku Aparat Pengadilan. Ajukan Laporan Pengaduan anda secara tertulis melalui meja informasi/Pengaduan pada Pimpinan Pengadilan Tinggi Agama Semarang pada hari dan Jam Kerja
STOP GRATIFIKASI

WHISTLEBLOWING

Aplikasi yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI, untuk melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang terjadi di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia atau Peradilan dibawahnya.
WHISTLEBLOWING

POSBAKUM

Bantuan Hukum adalah jasa hukum yang diberikan oleh Pemberi Bantuan Hukum secara Cuma-Cuma kepada Penerima Bantuan Hukum. Penerima Bantuan Hukum adalah orang atau kelompok orang miskin yang tidak dapat memenuhi hak dasar secara layak dan mandiri yang menghadapi masalah hukum
POSBAKUM
MOHON MAAF WEBSITE PTA SEMARANG SEDANG DALAM MASA TRANSISI I Selamat Datang di Website Resmi Pengadilan Tinggi Agama Semarang | Media Informasi dan Transparansi Peradilan. # Keluarga Besar Pengadilan Tinggi Agama Semarang mengucapkan Dirgahayu KORPRI ke-47 2018.

Upacara Peringatan Sumpah Pemuda Ke-90

on . Posted in Berita Kegiatan

Senin (29/10/2018), Pengadilan Tinggi Agama Jawa Tengah melaksanakan upacara bendera untuk memperingati Sumpah Pemuda ke-90 di halaman kantor Jl. Hanoman 18 Semarang. Upacara yang diikuti seluruh pegawai tersebut dilaksanakan tepat pukul 08.00 dengan Pembina Upacara Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jawa Tengah DR.H.Bahruddin Muhammad, SH, MH.

Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-90 ini mengambil tema sentral "Bangun Pemuda Satukan Indonesia". Tema besar ini diambil atas dasar pentingnya pembangunan kepemudaan untuk melahirkan generasi muda yang mampu berkiprah pada zamannya, merawat kebhinekaan, dan tetap teguh mempertahankan NKRI.

Salah satu rangkaian upacara adalah pembacaan sejarah lahirnya Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Sumpah Pemuda merupakan keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Pemuda dari berbagai daerah ingin mengadakan kongres yang menyatukan pemuda di Nusantara. Kongres Pemuda Pertama (Kerapatan Besar Pemuda) berlangsung selama tiga hari yakni 30 April 1926 hingga 2 Mei 1926. Kongres ini tidak menghasilkan keputusan. Kearena itu lah diadakan kongres kedua. Rapat digelar di gedung Katholieke Jongenlingen Bond Waterlooplein Noord. Dalam rapat itu, Soegondo Djojopoespito sebagai Ketua Kongres akan membuka rapat. Kemudian Moehammad Yamin memaparkan hal persatuan dan kebangsaan Indonesia. Sebelum putusan kongres dibacakan, lagu Indonesia Raya ciptaan WR Soepratman diperdengarkan. Rumusan sumpah pemuda yang ditulis oleh Moehammad Yamin menegaskan cita-cita akan ada di tanah air Indonesia, bangsa Indonesia, dan bahasa Indonesia.

POETOESAN CONGRES PEMOEDA-PEMOEDA INDONESIA

Kerapatan pemoeda-pemoeda Indonesia diadakan oleh perkoempoelan-perkoempoelan pemoeda Indonesia jang berdasarkan kebangsaan dengan namanja Jong Java, Jong Soematra (Pemoeda Soematra). Pemoeda Indonesia Sekar Roekoen, Jong Islamietan, Jong Bataksbond, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi dan Perhimpoenan Peladjar Indonesia.

"Kita semua berhutang budi kepada para tokoh pemuda 1928 yang telah mendeklarasikan Sumpah Pemuda sehingga menjadi pelopor untuk terus membangun kesadaran kebangsaan Indonesia sekaligus komitmen menjaga persatuan dan kesatuan negeri ini," demikian cuplikan pidato Menpora yang dibacakan oleh Pembina Upacara.

Tahun 2019 Bangsa Indonesia akan menggelar hajat besar Pesta Demokrasi untuk memilih dan menentukan pimpinan nasional dan daerah yaitu Pemilihan Presiden dan wakil Presiden, serta DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota. Amat diperlukan partisipasi aktif, peran penting dan tanggung jawab pemuda dalam menyukseskan mekanisme laju pemerintahan tersebut. Hindari gesekan-gesekan yang melemahkan persatuan, pemuda harus mampu keluar dari jebakan primordialisme, pemuda harus bangkit terus dengan hal-hal positif dan kreatif.

"Wahai pemuda Indonesia, dunia menunggumu, berjuanglah, lahirkanlah ide-ide, gagasan, tekad, dan cita-cita, pengorbananmu tidak akan pernah sia-sia dalam mengubah dunia. Ayo, bangun pemuda satukan Indonesia," pesan akhir Menpora dalam sambutan tertulisnya. Upacara diakhiri dengan pembacaan do’a oleh Drs. H. Noorudin Zakaria, SH, MH untuk para pahlawan yang telah mendahului dan kesatuan bangsa Indonesia (red)

Add comment

Security code
Refresh


Hubungi Kami

Pengadilan Tinggi Agama Semarang
Jl. Hanoman No. 18 Semarang 50146
Telp: 024 - 7600803
Fax: 024 - 7603866
Email Redaksi : ptajawatengah@gmail.com

Tautan Aplikasi