|
Dimuat oleh Suparijanto Sigit, SH.
|
|
Jumat, 05 Oktober 2012 07:21 wib |
|
Ketua PTA Semarang Sowan ke Sang Guru...
Surakarta, pta-semarang.go.id,
Beberapa waktu yang lalu, cuaca kota Solo di siang itu sangatlah terik, saat mobil plat merah H 49 merapat di depan rumah kembar, dan bisa dikata merupakan bangunan kuno dengan cat pagar warna hijau dengan taman yang asri di bilangan Sondakan Purwosari Solo, disitulah kediaman Drs. Thoyib Mangkupranoto mantan Ketua Mahkamah Islam Tinggi (MIT) Surakarta yang kemudian berganti nama Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Semarang menghabiskan masa tuanya. Nah, disinilah “Sang Guru” berada !, begitu pak Wildan menyebut beliau. Bukan tanpa alasan Pak Wildan menjuluki “Sang Guru”, karena saat Pak Wildan bertugas di PA Wonogiri dan PA Surakarta beliau-lah yang banyak memberikan wejangan, petuah dan ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu pemerintahan.
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 05 Oktober 2012 08:15 wib |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Dimuat oleh Akbar Syaiful
|
|
Kamis, 04 Oktober 2012 10:16 wib |
Wahyu Widiana Pamit dengan Senyum Legit

Beberapa pesan penting disampaikannya di hari terakhir mengabdi di Badilag. Punya rumah maya untuk bertegur sapa dengan warga peradilan agama.
Sudah lebih dari empat bulan sedan Camry itu teronggok di tempat parkir, di salah satu lantai Gedung Sekretariat Mahkamah Agung, Jalan Ahmad Yani kavling 58, Jakarta Pusat. Biasanya, mobil itulah yang dipakai Wahyu Widiana, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, berlalu-lalang di jalanan Jakarta dan sekitarnya.
“Tiga bulan sebelum resmi pensiun, Bapak sudah tidak memakai mobil Camry. Bukannya rusak, tapi Bapak ingin memakai mobil Innova saja,” kata Cile.
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 04 Oktober 2012 10:27 wib |
|
Selengkapnya...
|
|
Dimuat oleh Widodo
|
|
Kamis, 04 Oktober 2012 09:31 wib |
|
“ MUSHOLLA PUN DIMANFAATKAN UNTUK RAPAT DINAS “

Semarang|pta-semarang.go.id (3/9/12)
Mengambil sebuah pepatah lama “Tiada rotan akarpun jadi”, nampaknya hal ini benar-benar diterapkan oleh KPTA. Semarang, bertempat di Musholla “Tajul Arifin” Pengadilan Tinggi Agama Semarang, pada hari Rabu tanggal 3-10-2012 diselenggarakan pertemuan dengan para Hakim Tinggi Pengawas Daerah PTA. Semarang, yang diikuti oleh 20 orang Hakim Tinggi. Pertemuan dilaksanakan di Musholla, karena di runag Aula PTA. Semarang pada saat yang sama digunakan untuk kegiatan Bimbingan Teknis/DDTK, yang diikuti oleh sejumlah 36 orang Panitera Pengganti Pengadilan Agama se Jateng dan 14 orang Panitera Pengganti PTA. Semarang.
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 04 Oktober 2012 09:39 wib |
|
Selengkapnya...
|
|
Dimuat oleh Widodo
|
|
Kamis, 04 Oktober 2012 08:41 wib |
|
“ KERJA PAKE WATON, BUKAN WATON KERJA “
Semarang|pta-semarang.go.id (3/9/12)

Pada hari ini Rabu tanggal 3-10-2012 bertempat di Aula Pengadilan Tinggi Agama Semarang tengah berlangsung Bimbingan Teknis/Diklat Di Tempat Kerja (DDTK) bagi Panitera Pengganti se wilayah Pengadilan Tinggi Agama Semarang. Dalam arahannya Drs. H. Wildan Suyuthi M., SH.MH, Ketua PTA Semarang, menyatakan bahwa Panitera Pengganti sebagai satu sub sistem dalam sistem Peradilan harus memiliki suatu kematangan intelektual yang mumpuni karena hukum berkembang terus maka untuk itu harus banyak membaca, salah satunya dengan mengikuti edaran-edaran. Panitera Pengganti juga harus memiliki ketrampilan profesional yang tinggi sehingga cepat tanggap dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapkan kepadanya, khususnya dalam hal tugas Panitera Pengganti membantu Hakim dengan mengikuti jalannya persidangan, membuat PHS, membuat BAP, yang harus selesai dalam sidang berikutnya, mengetik putusan, melaporkan kepada Panitera Muda tentang tanggal penundaan sidang dan perkara yang diputus berikut amarnya, untuk dicatat dalam register perkara dan menyerahkan berkas perkara yang telah selesai kepada Panitera Muda . “ Oleh karena itu setiap aparat peradilan dalam bekerja harus pake “waton”(red. ilmu, aturan) yang ada “rule of the game” sebagai indikator profesionalismenya, bukan “waton” (red: asal) kerja, harus pinter jangan “pah – poh” (red.: tidak pinter), ikuti edaran-edaran”, demikian ditandaskan Wildan saat memberi pengantar dalam acara Bimbingan Teknis / Diklat Di Tempat Kerja Panitera Pengganti dan Juru Sita se wilayah PTA Semarang pagi tadi. Selanjutnya KPTA mengharap agar seluruh PP selalu menyadari bahwa tugas Kepaniteraan adalah memberi pelayanan teknis di bidang administrasi perkara dan Peradilan sesuai UU dimana Panitera Pengganti berfungsi didalamnya.
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 04 Oktober 2012 09:28 wib |
|
Selengkapnya...
|
|
Dimuat oleh eko
|
|
Rabu, 26 September 2012 07:52 wib |
|
"Verifikasi Dan Validasi SIMAK Menuju WTP"

pta-semarang.go.id | 26 September 2012
Mahkamah Agung melalui Biro Perlengkapan mengundang seluruh admin SIMAK di 4 lingkungan peradilan di Jawa Tengah hadir dalam Verifikasi dan Validasi SIMAK BMN di Patra Jasa Convention Semarang. Acara yang mengusung misi menuju opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) ini menghadirkan petugas verifikator SIMAK dari KPKNL Semarang dan Tegal. Dari Biro Perlengkapan Mahkamah Agung hadir 16 orang panitia pusat termasuk Kepala Bironya Ade Usman, SH, MH ikut terjun langsung membimbing verifikasi dan validasi Simak Satker Pengadilan di Jawa Tengah.
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 26 September 2012 10:09 wib |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
|
|
|
Halaman 10 dari 22 |