Anda berada di sini: Beranda Prosedur (SOP) Banding
Rabu
22 Pebruari 2012 M

Menu Unduhan

Jajak Pendapat

Layanan informasi apakah yang paling anda butuhkan dari situs web kami?
 

Pengunjung Online

Kami punya 177 tamu online

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini34
mod_vvisit_counterKemarin481
mod_vvisit_counterMinggu Ini1579
mod_vvisit_counterMinggu Lalu2800
mod_vvisit_counterBulan Ini8707
mod_vvisit_counterBulan Lalu11648
mod_vvisit_counterTotal357502

Online (20 menit lalu): 3
IP Anda: 38.107.179.206
,
Hari ini: Rabu, 22 Feb 2012
Prosedur Banding Cetak Surel
Dimuat oleh eko   
Rabu, 25 Mei 2011 16:54 wib

 

PROSEDUR DAN PROSES

PENYELESAIAN PERKARA BANDING


Prosedur Pengajuan Perkara Banding

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding :

1. Permohonan banding harus disampaikan secara tertulis atau lisan kepada pengadilan agama/mahkamah

    syar'iyah dalam tenggang waktu :

    a. 14 (empat belas) hari, terhitung mulai hari berikutnya dari hari pengucapan putusan,

        pengumuman/pemberitahuan putusan kepada yang berkepentingan;

    b. 30 (tiga puluh) hari bagi Pemohon yang tidak bertempat di kediaman di wilayah hukum pengadilan

        agama/mahkamah syar'iyah yang memutus perkara tingkat pertama (Pasal 7 UU No 20 Tahun l947).

2. Membayar biaya perkara banding (Pasal 7 UU No 20 Tahun 1947, Pasal 89 UU No 7 Tahun 1989).

3. Panitera memberitahukan adanya permohonan banding (Pasal 7 UU No 20 Tahun 1947).

4. Pemohon banding dapat mengajukan memori banding dan Termohon banding dapat mengajukan kontra

    memori banding (Pasal 11 ayat (3) UU No 20 Tahun 1947)

5. Selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah permohonan diberitahukan kepada pihak lawan,

    Panitera memberi kesempatan kepada kedua belah pihak untuk melihat surat-surat berkas perkara

    di kantor pengadilan agama/mahkamah syar'iyah (Pasal    11 ayat(1) UU No 20 Tahun 1944).

6. Berkas perkara banding dikirim ke pengadilan tinggi agama,/mahkamah syar'iyah provinsi oleh pengadilan

    agama/mahkamah syar'iyah selambat-lambatnya dalam waktu 1 (satu) bulan sejak diterima perkara banding.

7. Salinan putusan banding dikirim oleh pengadilan tinggi agama/mahkamah syar'iyah    provinsi ke pengadilan

    agama/mahkamah syar'iyah yang memeriksa perkara pada tingkat pertama untuk disampaikan kepada para

    pihak.

8. Pengadilan agama/hahkamah syar'iyah menyampaikan salinan putusan kepada para pihak.

9. Setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap maka Panitera:

    a. Untuk perkara cerai talak :

        1) Memberitahukan tentang Penetapan Hari Sidang penyaksian ikrar talak dengan memanggil Pemohon    

            dan Termohon;

        2) Memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari.

    b. Untuk perkara cerai gugat:

        Memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari.


PROSES PENYELESAIAN PERKARA :

1. Berkas perkara banding dicatat dan diberi nomor register.

2. Ketua pengadilan tinggi agama/mahkamah syar'iyah provinsi membuat Penetapan Majelis Hakim yang akan

    memeriksa berkas.

3. Panitera menetapkan panitera pengganti yang akan membantu majelis.

4. Panitera pengganti menyerahkan berkas kepada ketua majelis.

5. Panitera pengganti mendistribusikan berkas perkara ke Majelis Hakim Tinggi.

6. Majelis Hakim Tinggi memutus perkara banding.

7. Salinan putusan dikirimkan kepada kedua belah pihak melalui pengadilan tingkat pertama.

 

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 30 Mei 2011 14:08 wib