logo webpta

on . Hits: 108

CERITA TENTANG ALWI MALLO

Alwi Mallo lahir di Desa Lamurukung, Kecamatan Tellu Siatinge Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan pada hari Jumat tanggal 31 Desember 1954 M atau bertepatan dengan tanggal 5 Jumadil Awwal 1374 H. Alwi adalah putra kedua dari tujuh bersaudara dari pasangan Mallo dan Putri Indardewi yang ber-etnis (Bugis) salah satu etnis di Kota angin mamiri. Ketiga saudaranya saat ini telah berpulang ke haribaan Sang Pencipta, dua orang tinggal di Makassar dan satu orang tinggal di Bone. Keluarga besar Alwi sudah lama menjadi penduduk Bone. Tak ayal jika saudara-saudara di bone tak terhitung jumlahnya.

Ayahanda, Bapak Mallo adalah seorang wiraswasta dan Sang Ibu Putri Indardewi yang seorang ibu rumah tangga sangat dekat dan memperhatikan anak-anaknya. alwi mallo1Pasangan Mallo dan Dewi (panggilan ibunda) menginginkan anak-anaknya menuntut ilmu setinggi-tingginya. Maka nama alwi diberikan kedua orang tua dengan harapan yang tinggi, kelak Alwi diharapkan menjadi sosok yang memiliki ilmu dan pengalaman yang tinggi, karena nama Alwi berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti tinggi.

Alwi kecil memulai pendidikan formalnya di Sekolah Dasar Negeri No. 3 Ta Kecamatan Tanete Riattang /Negeri 14 Bone pada tahun 1959 sampai tahun 1965, pulang sekolah Alwi bersama teman-teman sebayanya mengaji Al-Qur’an di bawah bimbingan Ustadz HM. Tawil di Watampone. Setelah lulus dari sekolah dasar, Alwi melanjutkan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di SLTP Negeri 1 Watampone Bone dan tamat tahun 1968, disamping sekolah formal Alwi juga mengikuti pendidikan tahfidh Al-Quran (menghafal Al-Quran) dengan dorongan orang tua dan juga niat kuat Alwi yang ingin menjadi seorang Hafidh. Setiap pulang sekolah Alwi mengaji di masjid raya Watampone yang dekat dengan rumahnya.

alwi mallo2Kadang Alwi juga bermalam di pondok pimpinan K.H. Jamaid Sulaiman (Ulama besar di Sulawesi Selatan), alhamdulillah pada tahun 1969 Alwi dapat menghatamkan hafalan Al-Qurán nya, dan untuk melancarkan hafalannya Alwi tetap nyantri sampai tahun 1971. Maka baru pada tahun 1971 melanjutkan kembali ke pendidikan formal di Madrasah Aliyah Negeri (MAAIN) Watampone. Sewaktu menduduki kelas III aliyah Alwi yang seorang Hafidh mendapat undangan untuk menjadi imam sholat tarawih di Masjid Raya Kendari dan hal tersebut berlangsung kurang lebih 5 (lima) tahun selama bulan ramadhan. Pada akhirnya karena prestasinya sebagai seorang hafidh, tahun 1978 Kepala Kanwil Departemen Agama Provinsi Kendari memberi bonus kepada Alwi berupa jatah pengangkatan sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan ditempatkan di Raha Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara dengan pangkat golongan Pengatur Muda II/a yang saat itu sudah sarjana muda (BA), namun karena ijazah sarjana muda adalah ijazah sementara sehingga tidak diperhitungkan walaupun pada waktu itu sudah masuk Doktoral I di IAIN Alauddin (sekarang menjadi UIN Makasar). Seiring dengan perjalanan waktu, Alwi mempunyai keinginan kuat untuk melanjutkan study ke tingkat sarjana (S1) di IAIN Makassar. Ketika Alwi menyampaikan keinginannya secara lisan kepada pimpinan agar dapat dimutasi ke daerah yang berdekatan dengan Sulawesi Selatan seperti Kabupaten Kolaka agar dapat melanjutkan study tidak di ijinkan, walaupun permohonan itu sudah disampaikan berkali-kali. Bahkan sewaktu cuti mengikuti pembekalan KKN di Makassar, Alwi mengajukan permohonan secara tertulis namun tetap tidak diijinkan. Sehingga dengan segala resiko namun penuh perhitungan terpaksa Alwi bermohon untuk berhenti, dan turunlah SK pemberhentian dengan hormat atas permintaan sendiri sebagai PNS Departemen Agama pada tahun 1981.

Pada tahun 1983 Alwi menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) tanpa membayar uang kuliah karena mendapat reward sebagai mahasiswa teladan di IAIN Alauddin Cabang Watampone, cerita H. Abu Huraerah salah satu sahabatnya se-lifting kuliah yang sama-sama sebagai mahasiswa teladan dan aktif di pengurus SENAT. Alwi mampu mengatur waktu antara kuliah, tahfidz, dan mengikuti pengajian, karena itu terbentuklah sosok insan Hafidz, Alim dan Tawadhu’ yang kesehariannya nampak selalu ramah, riang dan humoris, demikian penuturan sahabatnya yang saat ini menjabat Ketua PTA. Makassar. Senada juga dengan cerita Dr. Drs. H. M. Syarif Mappiasse, SH., MH., Ketua Pengadilan Tinggi Agama DKI Jakarta yang mengenal Alwi Mallo sejak tahun 1975 ketika menjadi mahasiswa IAIN Alauddin di Watampone, Alwi satu tingkat dibawahnya. Alwi Mallo adalah sosok orang yang cerdas, beliau selalu bergantian dengan Pak Abu Huraerah (KPTA Makassar) menjadi rangking satu di tempat perkuliahan. Alwi Mallo adalah salah seorang santri di masjid Raya Watampone asuhan ulama besar Sulawesi Selatan Kyai. H. Djunaid Sulaeman, karena seorang Hafidz Alwi sering menjadi Imam Tarwih di rumah kediaman H. Kalla (Pengusaha ternama di Makassar) dan juga dirumah kediaman H. M. Yusuf kalla (mantan wakil Presiden RI ), demikian penuturannya.

Kalau sudah rizki tak akan kemana, takdir baik selalu berpihak kepada Alwi Mallo, selesai menyelesaikan pendidikan sarjana S1-nya tahun 1983 pada tahun itu juga Alwi Mallo mengikuti seleksi ujian capeg/cakim dan dinyatakan lulus dengan penempatan pertama di PA. Ambon pada tahun 1984. Selama kurang lebih 5 tahun berkarir sebagai Hakim di Pengadilan Agama Ambon Alwi Mallo dipromosikan sebagai Wakil Ketua PA Morotai pada tahun 1989. Ketika Alwi bertugas di PA. Ambon numpang hidup di rumah Drs. H. Alimim Patawari Ketua PA. Ambon saat itu dan terakhir menjabat sebagai KPTA Riau. Karena kedekatan Alwi Mallo dengan keluarga tersebut, Alwi dikenalkan dengan gadis cantik sepupu dari istri Drs. H. Alimim Pataware. Gadis keturunan Bugis Bone yang besar di Ambon tersebut bernama Muliyati yang juga pegawai/hakim PA. Ambon. Pada 29 Juli 1990 Alwi Mallo mempersunting gadis cantik putri pasangan H. Ahmad dan Hj. Norma, seorang pedagang di Kota Ambon yang juga berdarah Bugis. Dari pernikahan ini Alwi Mallo dan Muliyati Ahmad dikaruniani 3 orang anak yang semuanya laki-laki. Ketiga anak tersebut adalah Rizka Syahril Fauzi, Ersyad Wahyudi dan Rahmad Rizaldi. Namun anak kedua (Ersyad Wahyudi) telah berpulang ke rahmatullah pada usia 17 tahun.

Sejak tahun 1989 karir Alwi Mallo selalu meningkat, setelah dipercaya sebagai Wakil Ketua di PA. Morotai di Tobelo Maluku Utara, satu tahun kemudian menjadi Ketua di PA yang sama selama kurang lebih 9 (sembilan) tahun yaitu sampai tahun 1999. Ketika Alwi Mallo bertugas sebagai Ketua PA. Morotai dan istri (Muliyati) bertugas di PA. Ambon terjadi peristiwa besar di daerah Ambon yang selalu teringat dan susah dilupakan, yaitu ketika terjadi kerusuhan tahun 1999 yang terkait dengan masalah SARA. Sebelum peristiwa tersebut Kota Ambon adalah sebuah kota kecil yang indah Penataaan kota rapi, dengan lingkungan yang bersih, hingga mendapat julukan manisse, yang artinya manis atau indah. Sebagaimana kota-kota besar lainnya, penduduk kota Ambon terdiri atas beragam ras, bangsa, dan etnik. Orang Arab dan China bersama etnis Bugis, Buton, dan Makasar. Sebagaimana kita ketahui bersama, sejak awal 1999 terjadi konflik sosial di Ambon yang kemudian menyebar hampir ke seluruh pelosok Maluku. Konflik ini menempatkan orang Islam—yang dalam bahasa setempat disebut Acang (dari kata Hasan)—berhadapan dengan orang Kristen—yang biasa dipanggil Obet (dari kata Robert). Dalam konflik ini, kelompok Acang menguasai permukiman di daerah pantai dan dataran rendah. Sementara kelompok Obet menguasai dataran tinggi dan perbukitan. Segala bangunan milik kelompok Obet yang ada diwilayah pemukiman Acang saat itu, sebagian besar habis dibakar. Demikian pula sebaliknya, bangunan dan harta kekayaan kelompok Acang yang ada di daerah kekuasaan Obet, sebagian besar habis dijarah dan dibakar. Akibatnya, sarana dan prasarana, seperti kantor pemerintah, sekolah, jaringan telkom, jaringan PAM, juga menjadi sasaran. Salah satunya adalah gedung kantor PA Ambon telah dikuasai oleh kelompok Obet karena lokasinya berada diwilayah mereka sehingga Hakim dan pegawai Pengadilan Agama Ambon berkantor di Pengadilan Tinggi Agama Ambon yang kebetulan berada di lingkungan pemukiman muslim. Pada tahun 1999 Alwi Mallo sudah bertugas sebagai Hakim Tinggi PTA. Ambon, ketika siang hari akan berangkat ke kantor harus penuh kewaspadaan dan kehati-hatian, kadang naik angkot separuh jalan kaki separuh, kadang naik speedboard separuh, naik angkot separuh karena jalan yang dilewati bersembuyi penembak-penembak jitu (sniper), dan pada malam harinya Alwi ikut begadang menjadi keamanan lingkungan dari serangan kelompok abet/robert. Kondisi Ambon yang mencekam saat itu menjadikan transportasi udara dari luar ambon hampir tidak ada dan transportasi laut juga jarang kecuali kapal PELNI sekali 2 dua minggu itupun kadang tidak berlabuh menurunkan dan menaikkan penumpang dengan melalui speed/kapal-kapal kecil, hal tersebut menyebabkan surat menyurat dari dan ke Ambon terputus, sehingga Ketua Pengadilan Tinggi Agama Ambon saat itu membentuk kantor pembantu di Ternate yang waktu itu masih dan menegaskan kepada kami yang bertugas di ternate sebagai pembantu Pengadilan Tinggi Agama Ambon. Sebagai imbas kerusuhan Ambon di ternate juga terjadi gejolak walaupun masyarakatnya mayoritas muslim. Pada saat itu terjadi bentrokkan antara pasukan Kerajaan Sultan Ternate yang pro sebagai ikon muslim berhadapkan dengan masyarakat non muslim, yang menyebabkan Alwi Mallo sekeluarga mengungsi dan mengamankan diri di asrama tentara Kompi C Ternate. Ditengah-tengah kesibukannya menjadi hakim tinggi Pengadilan Tinggi Agama Ambon dan kondisi wilayah Ambon yang masih mencekam karena rawan konflik, Alwi Mallo menyempatkan untuk mengikuti studi pasca sarjana di Universitas Muslim Indonesia Makasar yang selesai pada tahun 2002. Allhamdulillah, dengan kondisi Kota Ambon yang tidak kondusif tersebut Allah SWT tetap memberikan perlindungan, karena pada waktu terjadi kerusuhan baik di Ambon maupun di Maluku Utara (Ternate) sehingga Alwi Mallo dapat melaksanakan tugas dengan selamat selama kurun waktu 20 tahun di Ambon dan Maluku Utara.

Lima tahun setelah bertugas sebagai Hakim Tinggi PTA Ambon, Alwi Mallo dimutasikan menjadi Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Agama Makassar tepatnya pada tahun 2004. Kemudian, pada tahun 2011 Alwi menjadi Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Pada tanggal 23 Juni 2014 Alwi Mallo kembali ke Kota Manise mendapatkan amanah untuk menjadi Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Ambon. Pada tahun yang sama (2014) ini Alwi Mallo dianugerahi Presiden Satya Lancana Karya Satya XXX (sebagai penghargaan 30 tahun mengabdi kepada negara). Dua tahun kemudian beliau menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Bengkulu dan belum genap satu tahun atau lebih tepatnya pada tanggal 28 Februari 2017 Alwi menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bengkulu. Satu tahun berikutnya, pada tanggal 25 Mei 2018 Alwi mendapatkan amanah untuk menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Agama Manado. Selanjutnya setahun kemudian beliau menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Agama Mataram dan sukses mengantarkan satker tersebut berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Pada akhirnya, tanggal 13 Januari 2021 Alwi ditugaskan oleh Ketua Mahkamah Agung RI untuk menjadi Ketua pada Pengadilan Tinggi Agama Semarang hingga memasuki masa purna bakti nanti di tanggal 1 Januari 2021. Setelah purna dari tugas mulianya, melanglang negeri mengabdikan diri kepada ibu pertiwi, Alwi Mallo hidup bahagia bersama istri tercinta, 2 putra yang keduanya sudah berkeluarga dan 2 orang cucu di JL Al-Biruni No 6. Kampung Parang Rt.002 Rw.006 Kelurahan Tamalanrea Jaya Kecamatan Makassar Kota Makassar Sulawesi Selatan melanjutkan niat mulia kembali mengabdikan diri untuk masyarakat di Kota angin mamiri Makassar.

alwi mallo3

Drs. H. M. Alwi Mallo, M.H. bersama keluarga, istri Dra. Hj. Muliyati Ahmad, Rizka Syahril Fauzi beserta istri dan Rahmad Rizaldi beserta istri

alwi mallo5

Drs. H. M. Alwi Mallo, M.H. bersama istri

alwi mallo4

 

alwi mallo6

.

Add comment


Security code
Refresh

Hubungi Kami

Pengadilan Tinggi Agama Semrang

Jl. Hanoman No. 18 Semarang

Krapyak, Kec. Semarang Barat,

Kota Semarang 50146

Jawa Tengah

 

Telp : (024) 7600803

Fax  : (024) 7603866

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

istagram ig pta-semarang

maps1 Lokasi Kantor