logo webpta

on . Hits: 86

WISUDA PURNABAKTI SECARA VIRTUAL

Drs. H. M. ALWI MALLO, M.H. - KETUA PTA SEMARANG

OLEH KETUA MAHKAMAH AGUNG R.I.

purna 1

Semarang|pta-semarang.go.id (30/12/2021)

Pada hari ini Kamis 30 Desember 2021, bertempat di gedung Gradhika Bhakti Praja yang berlokasi di Komplek Kantor Gubernur Jawa Tengah, Drs. H. M. Alwi Mallo, M.H. telah diwisuda secara virtual oleh Ketua Mahkamah Agung Prof, Dr. H. M. Syarifuddin, S.H., M.H. karena telah memasuki masa pensiun terhitung mulai tanggal 1 Januari 2022. Pada kesempatan yang bersamaan. dilakukan pula prosesi wisuda purnabakti secara virtual kepada Dra. Hj. Rosmawardhani, S.H., M.H. (Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh), Dr. H.M. Syarif Mappiasse, S.H., M.H. (Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jakarta) dan Drs. H. Sarif Usman, S.H., M.H. (Ketua Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta).

Upacara Wisuda Purnabakti yang bertempat di gedung milik Pemprov Jawa Tengah di jl. Pahlawan No. 9 Semarang tersebut diikuti oleh 16 orang Hakim Tinggi PTA Semarang, 36 orang Ketua Pengadilan Agama se Jawa Tengah serta Panitera dan Sekretaris PTA Semarang. Disamping diikuti secara luring, acara tersebut juga diikuti secara daring oleh Panitera dan Sekretaris PA se Jawa Tengah, para Pejabat Struktural dan Fungsional serta pegawai PTA Semarang dari Hotel Patra & Convention Jl. Sisingamangaraja, Candisari Semarang.

purna 2

Prosesi Acara Secara Virtual

Acara secara virtual ini dimulai dengan kirab wisudawan memasuki ruangan. Setelah prosesi kirab Ketua MS Aceh dan Ketua PTA Jakarta maka giliran prosesi kirab Ketua PTA Semarang beserta isteri memasuki ruangan wisuda purnabakti diiringi beberapa penari dari Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang yang menarikan tarian “Gambyong Gambir Sawit”, dan terakhir untuk prosesi kirab ini adalah kirab Ketua PTA Yogyakarta.

Setelah Ketua Mahkamah Agung beserta isteri memasuki ruangan untuk bergabung dalam prosesi wisuda purnabakti secara virtual, acara yang dihadiri oleh para Wakil Ketua Mahkamah Agung beserta istri, para Ketua Kamar beserta istri, Panitera dan Sekretaris Mahkamah Agung beserta istri masing-masing, Dirjen Badilag beserta istri, Ketua Pengadilan Tinggi Agama dan Ketua Pengadilan Agama se Indonesia ini dibuka dengan bacaan “basmallah”.

Dalam keadaan seluruh hadirin berdiri maka selanjutnya para peserta menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Mahkamah Agung. Kemudian. setelah dilakukan pembacaan doa oleh Hakim Yustisial H. Abu Jahid Darso Atmojo, LC., L.L.M., Ph.D., dibacakan Petikan Surat Keputusan Presiden R.I. oleh Dr. H. Candra Boy Seroza, S.Ag., M.Ag., Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama, dilanjutkan dengan pemutaran video riwayat jabatan para Wisudawan.

purna 3

purna 7

purna 6

Prosesi selanjutnya adalah penanggalan kalung jabatan hakim dan tanda jabatan hakim dan menyerahkannya kepada Ketua Mahkamah Agung lalu digantikan kalung kain syal beruntai bunga melati, selanjutnya Ketua Mahkamah Agung menyerahkan plakat Mahkamah Agung kepada para Wisudawan dilanjutkan dengan penyerahan buket bunga oleh Istri Ketua Mahlamah Agung kepada Wisudawati MS Aceh dan Istri para Wisudawan. Namun, oleh karena Ketua Mahkamah Agung tidak bisa hadir secara fisik maka mendelegasikannya kepada Wakil Ketua masing-masing, yaitu Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh, Dr. Drs. H. Rafi’uddin, M.H., Wakil Ketua PTA Jakarta Dr. H. Endang Ali Ma’sum, S.H., M.H., Wakil Ketua PTA Semarang, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H. dan Wakil Ketua PTA Yogyakarta, Drs. M. Shaleh, M.Hum..

Setelah selesai sambutan Ketua Mahkamah Agung, dilanjutkan acara penutupan yang dimulai dengan kirab wisudawan meninggalkan ruangan yang disertai kegiatan para among tamu yang berdiri saling berhadapan ke arah karpet merah dan melempar bunga melati ke arah wisudawan dan istri, selanjutnya satu persatu among tamu berjalan di belakang wisudawan dan istri meninggalkan ruangan. Keseluruhan rangkaian upacara diakhiri dengan bacaan “Hamdallah” setelah Ketua Mahkamah Agung, para Wakil Ketua Mahkamah Agung, para Ketua Kamar, Panitera dan Sekretaris Mahkamah Agung serta Dirjen Badilag beserta istri masing-masing meninggalkan ruangan wisuda diiringi lagu “syukur”.

Riwayat Jabatan Drs. H. M. Alwi Mallo, M.H.

H. M. Alwi Mallo muda setelah menamatkan pendidikan Sarjananya di IAIN Makassar tahun 1983 diangkat sebagai PNS Calon Hakim pada Pengadilan Agama Ambon tahun 1985 dan tahun berikutnya diangkat menjadi Hakim Tingkat Pertama pada PA Ambon juga. Tiga setengah tahun kemudian H. M. Alwi Mallo mendapatkan promosi sebagai Wakil Ketua pada Pengadilan Agama Morotai, di Tobelo, Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara yang selanjutnya setahun kemudian menjabat sebagai Ketua PA Morotai pada 23 April 1991.

Delapan tahun sebagai Ketua PA Morotai menjadi bekal H. M. Alwi Mallo untuk mendapatkan promosi sebagai Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Ambon pada 1999, Pada saat mengemban tugas sebagai Hakim Tinggi PTA Ambon ini H. M. Alwi Mallo berhasil menamatkan pendidikan S2 pada Universitas Muslim Indonesia di Makassar pada tahun 2002 dan selanjutnya pada tahun 2004 mendapatkan promosi sebagai Hakim Tinggi pada PTA Makassar untuk kemudian pada November 2011 mutasi ke Jawa Timur mendapatkan amanah sebagai Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Agama Surabaya.

Karier H.M. Alwi Mallo sebagai Pimpinan pada Pengadilan Tingkat Banding dimulai pada 23 Juni 2014, yaitu saat dipromosikan sebagai Wakil Ketua PTA Ambon, kemudian pada 1 April 2016 menuju pulau Sumatra untuk dipromosikan sebagai Wakil Ketua PTA Bengkulu. Sejak 28 Pebruari 2017 tanggung jawab pucuk Pimpinan Pengadilan Tingkat Banding dibebankan ke pundak H.M ALwi Mallo ketika dilantik pertama kali sebagai Ketua PTA, yaitu pada PTA Bengkulu. Selanjutnya menjadi Ketua PTA Manado pada tahun 2018, Ketua PTA Mataram 2019 dan pelabuhan terakhir pada PTA Semarang terhitung mulai tanggal 13 Januari 2021.

purna 5

Sambutan Ketua Mahkamah Agung

Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT berkat limpahan rahmat dan karuniaNya kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk hadir bersama-sama pagi ini baik secara fisik maupun secara virtual dalam rangka wisuda purnabakti 4 (empat) Ketua Tingkat Banding di Lingkungan Peradilan Agama, yaitu Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh, Ketua Pengadilan Tingi Agama Jakarta, Ketua Pengadilan TInggi Agama Semarang dan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta.

Meski momen penting ini kita laksanakan dalam seremoni sederhana melalui media virtual namun kiranya hal ini tidak mengurangi kesakralan acara ini sedikitpun dan kita tetap dapat mengikutinya secara khidmat.

Di penghujung tahun ini kita bersyukur kondisi pandemic covid-19 sudah semakin melandai, namun hal ini jangan membuat kita lengah dan mengabaikan protokol kesehatan. Oleh karena itu saya tak bosan untuk terus mengingatkan agar kita senantiasa waspada dan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan sebagai wujud ihiar kolektif dalam rangka menjaga kesehatan kita bersama. Mudah-mudahan dengan izin Allah SWT pademi ini segera berakhir dan kita kembali dapat menikmati aktifitas secara normal pada tahun mendatang, aamiin.

Mengabdi kepada Bangsa dan Negara merupakan bakti mulia sebagai wujud cinta setiap insan kepada tanah airnya, masing-masing anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk mempersembahkan dedikasi terbaiknya untuk ibu pertiwi, tentunya di lapangan keahlian dan bidang masing-masing. Bagi para hakim sudah jelas bahwa kancah pengabdian kita adalah di ranah penegakan hukum dalam rangka menegakkan kebenaran dan keadilan.

Hari ini Mahkamah Agung mewisuda empat orang Ketua Pengadilan Tingkat Banding di Lingkungan Peradilan Agama yang menuntaskan pengabdian mereka di ranah yudikatif. Saya yakin dan percaya momentum hari ini merupakan hasil istimewa bagi bapak dan ibu yang diwisuda. Setelah puluhan tahun lamanya mempersembahkan bakti tanpa kenal lelah tentunya seremoni hari ini akan menjadi momen istimewa yang bernilai historis tersendiri bagi Bapak dan Ibu. Saya mencatat Ibu Hj. Rosmawardhani, S.H., M.H. telah mengabdi selama lebih kurang selama 42 tahun, begitupun Bapak Dr. H.M. Syarif Mappiasse, S.H., M.H. telah mengabdi selama lebih kurang 40 tahun, Bapak Drs. H.M. Alwi Mallo, M.H. telah mengabdi lebih kurang 37 tahun, dan Bapak Drs. H. Syarif Usman, S.H., M.H. telah mengabdi selama 39 tahun. Itu artinya, bahwa Bapak dan Ibu telah membaktikan lebih dari setengah dari usia kehidupan yang Bapak dan Ibu jalani untuk berkhidmat pada Bangsa dan Negara.

Dalam kurun waktu tersebut tentu banyak suka dan duka yang Bapak dan Ibu alami. Berpindah tugas dari satu kota ke kota lainnya, menempuh gugusan pulau dalam gugu8san bumi nusantara, mengalami berbagai ragam cobaab dalam melayani masyarakat pencari keadilan. Hingga akhirnya sukses mencapai akhir pengabdian tanpa meninggalkan satupun catatan merah atau catatan hitam apapun. Atas pengabdian tersebut maka prosesi purnabakti ini pada hakekatnya merupakan sebentuk penghargaan dari Negara bagi Bapak dan Ibu yang telah menyelesaikan tugasnya dengan sempurna.

Hari ini Bapak dan Ibu akan mencapi puncak keparipurnaan dalam mengemban amanah sebagai hakim sekaligus mengakhiri masa bhakti sebagai Ketua Pengadilan Tingkat Banding yang merupakan puncak karier tertinggi bagi seorang hakim pada Tingkat Judec Factii. Capaian membanggakan ini tentunya patut diapresiasi , terlebih tidak semua hakim memiliki kesempatan untuk menduduki jabatan sebagai Ketua Pengadilan Tingkat Banding. Tanggung jawab besar ini tentu hanya dipercayakan kepada Hakim Tinggi yang dipandang kompeten dan berpengalaman baik di dalam yudisial maupun leadership yang dibuktikan dengan kemampuan manajerial yang baik.

Sebagai sosok pemimpin saya yakin Bapak dan Ibu merupakan role model dalam satuan kerja masing-masing. Pemimpin adalah figure yangmenjadi panutan, maka air keteladanan baik dalam tingkah laku, tutur kata, sikap maupun perbuatan. Oleh karena itu saya berpesan baik kepada Bapak dan Ibu ytang diwisuda maupun kepada seluruh pimpinan pengadilan dimanapun berada, baik Tingkat Pertama maupun Tingkat Banding untuk selalu meninggalkan keteladanan dimanapun kita ditugaskan. Keteladanan merupakan legacy terbaik yang dapat kita wariskan kepada generasi mendatang. Meski raga kita kelak tidak lagi berada di tengah-tenagh mereka namun legacy itu akan tetap membuat kita dikenang, memberi spirit dalam kehidupan mereka sehingga seakan kita tetap hadir bersama mereka.

Bagi seorang hakim legacy terbaik itu terwujud dalam integritas, keikhlasan, maupun kesungguhan. Hal ini pula yang akanmengantar setiap hakim untuk sampai pada garis finish pengabdian dengan selamat. Integritas, keihlasan dankesungguhan merupakan modal dasar bagi setiap hakim bahkan setiap orang untuk mendapatkan pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa. Hal ini sebagaimana diisyaratkan dalam firman Allah SWT yang bunyinya sebabagai berikut: “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh mencar keridloan Kami sungguh akan Kami tuntun mereka ke jalan Kami (Al Qur an Surat Al Ankabut Ayat 69).

Selain itu jejak keteladanan itu juga akan tercermin dalam setiap putusan yang pernah Bapak dan Ibu jatuhkan. Dari putusan-putusan itu terpancar nilai-nilai integritas dan intrktualitas. Kita yakin dan percaya bahwa jika putusan itu terlahir dari kombinasi pertimbangan nurani disertai basis keilmuan yang benar maka semua itu akan menjadi ladang amal jariyah yang bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Hal ini sebagaimana di isyaratkan dalam sbda Rasullullah SAW: “Setiap kali engkau berbuat adil diantara dua orang, itu merupakan amal yang bernilai sedekah bagimu” HR Buchori-Muslim. Lebih tegas Rasulullah SAW juga menyatakan bahwa setiap ijtihad yang disumbangkan hakim setiap kali memutus perkara tidak akan pernah sia-sia, Selama ijtihad tersebut bersumber dari oleh pikir berlandaskan pengetahuan disertai sikap integritas. Rasulullah SAW bersabda: “apabila seorang hakim berijtihad sesuai keilmuannya dan ijtihadnya melahirkan putusan yang benar maka ia mendapatkan dua pahala, dan apabila hakim tersebut telah berijtihad sesuai keilmuannya dan ternyata ijtihadnya itu melahirkan putusan yang keliru maka ia tetap mendapatkan sat pahala”. HR Buchori-Muslim. Oleh karena itu ribuan putusan yang telah Bapak dan ibu hasilkan selama puluhan tahun menjalankan tugas semoga menjadi amal ibadah bagi Bapak dan Ibu sekalian. Aamiin.

Tuntasnya masa-masa pengabdian tidak berarti berarti berakhirnya bhakti kepada masyarakat dan Negara. Memang sejak hari ini rutinitas Bapak dan Ibu sebagai hakim untuk memeriksa dan memutus perkara telah berkahir. Namun bhakti kepada keluarga, masyarakat dan Negara tidak akan pernah berhenti hingga akhir hayat. Lebih dari itu masa purnabakti adalah masa-masa penuh berkah, di masa itu kita mempunyai waktu yang lapang untuk mengevaluasi perjalanan hidup kita, mempunyai waktu yang cukup untuk memperbaiki apa yang salah, melengkapi apa yang kurang hingga babak akhir dari episode kehidupan kita dapat kita capai dengan husnul khatimah.

Inilah hikmah yang terkandung dalam munajat yang kerap dikantunkan Rasullullah SAW yang artinya “ Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada pengujungnya dan jadikan sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan jadikan sebaik-baik hariku pada saat aku bertemu dengan Mu”. HR Al Tabhrani.

Bagi keluarga besar Bapak dan Ibu yang diwisuda pada hari ini, momentum purnabakti ini juga memiliki makna tersendiri bila waktu-waktu puluhan tahun selama ini dipergunakan untuk kedinasan maka mulai hari ini tibbalah saatnya keluarga besar menikmati kebersamaan bersama Bapak dan Ibu. Untuk itu atas nama pribadi maupun segenap Pimpinan Lembaga Mahkamah Agung saya mengcapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdian yang panjang yang telah Bapak dan Ibu berikan. Dan dengan disertai rasa syukur dan bangga saya melepas Ibu Dra Hj. Rosmawardhani, S.H., M.HH., Bapak Dr. H.M. Syarif Mappiasse, S.H., M.H., Bapak Drs. H.M. Alwi Mallo, S.H., M.H. serta Bapak Drs. H. Sarif Usman, S.H., M.H. untuk memasuki masa purnabakti. Tidak lupa saya mengucapkan terimakasih kepada suami, istri, putra-putri serta keluarga besar Bapak dan Ibu sekalian yang selama ini setia mendampingi Bapak dan Ibu bertugas di jajaran Peradilan dimanapun ditempatkan. Sebagai anggota korps hakim dan warga peradilan saya juga berharap Bapak dan Ibu tetap menjalin komunikasi dan tali silaturahmi dengan segenap insan peradilan, Mahkamah Agung, maupun dengan ibu-ibu Dharmayukti Karini.

Akhirnya saya ucapkan sekali lagi selamat memasuki masa purnabakti dan selamat menjadi anggota PERPAHI kepada Bapak dan Ibu sekalian. Semoga Allah SWT memberikan rahmat, taufiq serta hidayah Nya kepada kita semua. Aamin ya Rabbal alamiin.

purna 4

Add comment


Security code
Refresh

Hubungi Kami

Pengadilan Tinggi Agama Semrang

Jl. Hanoman No. 18 Semarang

Krapyak, Kec. Semarang Barat,

Kota Semarang 50146

Jawa Tengah

 

Telp : (024) 7600803

Fax  : (024) 7603866

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

istagram ig pta-semarang

maps1 Lokasi Kantor