PENETAPAN AGAMA ANAK TERLANTAR "Asistensi Tim Pertimbangan Perizinan Pengangkatan Anak (PIPA)"

on . Posted in Berita Kegiatan

Kamis, 17 september 2020.

Bertempat di Swiss Bell Ciputra Hotel Semarang diadakan asistensi Tim Pertimbangan Perizinan Pengangkatan Anak (Tim PIPA) Kementerian Sosial tahun 2020 pada acara ini PTA Semarang mewakili Tim MARI memberikan materi tentang "Penetapan Agama Anak Terlantar" yang disampaikan oleh Dra. Hj. Zulaecho, M.H. dan Drs. H. Mohammad Nor Hudlrien, S.H., M.H.

Acara dengan peserta Tim PIPA Provinsi Jawa Tengah tersebut dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab.

Kewenangan Peradilan Agama sebagaimana yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 diantaranya adalah penetapan asal usul anak dan pengesahan/pengangkatan anak. Dalam penetapan anak harus berpedoman pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 dan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007. Oleh karena itu dalam hal penetapan agama adalah masalah yang urgent yang menjadi pertimbangan hakim dalam memutus perkara.

Bagaimana dengan anak terlantar? Bagi anak terlantar yang tidak diketahui asal-usulnya dan sudah mumayiz maka ditanya kepada anak tersebut, kebiasaan anak tersebut. Apabila hal tersebut tidak dapat diketahui maka kita kembali pada Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 dan pengangkatan anak prinsipnya adalah untuk kepentingan terbaik anak.

Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Banyak masalah di lapangan yang terjadi, hal tersebut tergambar dari pertanyaan dari Dinas Sosial dan Kumham Provinsi Jawa Tengah. Diantaranya adalah kasus pengangkatan anak yang orang tuanya berbeda agama. Acara asistensi ini sebagaj bahan pertimbangan pengajuan pengangkatan anak di pengadilan.